AntarSport.com – ,Jakarta PSIM Yogyakarta kembali gagal mengamankan tiga poin di ajang BRI Super League 2025/2026. Hasil tersebut membuat Laskar Mataram belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir.
Dalam periode tersebut, PSIM hanya mengoleksi dua poin. Mereka bermain imbang 2-2 kontra PSBS Biak, berbagi angka 1-1 saat menghadapi Persijap Jepara, lalu harus mengakui keunggulan Persija Jakarta dengan skor 0-2.
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menilai rentetan hasil imbang itu tidak serta-merta mencerminkan penurunan performa tim. Ia menegaskan bahwa sebagai tim promosi, capaian PSIM sejauh ini masih tergolong positif.
“Memang benar kami belum menang dalam tiga laga terakhir. Namun, kami baru menelan tiga kekalahan sepanjang musim. Persib Bandung dan Borneo FC juga mengalami hal yang sama,” ujar Van Gastel.
Mantan asisten pelatih Besiktas tersebut menambahkan bahwa perbedaan utama PSIM dengan tim papan atas terletak pada jumlah kemenangan, bukan kualitas permainan.
Promosi Tapi Mampu Bersaing

PSIM saat ini menjadi tim promosi dengan performa paling menonjol di liga. Mereka duduk di peringkat keenam klasemen sementara dengan raihan 24 poin, hasil dari enam kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Jika dibandingkan dengan sesama tim debutan, Bhayangkara FC masih berada di posisi ke-10 dengan 19 poin, sementara Persijap Jepara terpuruk di peringkat ke-17 dengan sembilan angka.
Van Gastel mengakui bahwa PSIM memang terlalu sering bermain imbang. Namun menurutnya, hal tersebut juga menunjukkan bahwa timnya sulit ditaklukkan lawan.
“Kami memang cukup sering seri, tapi sisi positifnya kami jarang kalah. Hanya tiga kali kalah sejauh ini, jadi menurut saya performa tim masih sangat baik,” tutur pelatih berusia 53 tahun itu.
Standar Tinggi di Pinggir Lapangan
Ekspresi Van Gastel yang kerap terlihat emosional di sisi lapangan sempat memunculkan anggapan bahwa ia tengah menghadapi masalah dengan skuadnya. Menanggapi hal itu, ia menegaskan bahwa sikap tersebut muncul karena standar tinggi yang ia terapkan.
Van Gastel mengakui dirinya memiliki karakter perfeksionis dan ingin setiap detail permainan dijalankan dengan maksimal.
“Saya bisa sangat objektif saat menganalisis pertandingan, tetapi juga sangat intens ketika mendampingi pemain di lapangan,” ujarnya.
“Ketika saya melihat sesuatu yang bisa diperbaiki, saya ingin semuanya berjalan sempurna. Itu mungkin membuat saya terlihat terlalu menuntut, baik kepada pemain maupun kepada diri sendiri,” sambungnya.
Fokus Terus Meningkat

Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menegaskan bahwa intensitas tinggi yang ia tunjukkan bukan tanda PSIM sedang mengalami krisis. Sebaliknya, ia ingin menjaga kualitas permainan agar tim terus berkembang sepanjang musim.
“Bukan berarti tim saya dalam kondisi buruk. Saya hanya ingin setiap bola dimainkan dengan baik, meski saya tahu itu tidak selalu bisa terjadi,” katanya.
Van Gastel juga menyampaikan rasa bangganya terhadap perjuangan para pemain, terutama atas kerja keras yang mereka tunjukkan dalam laga terakhir.
“Saya selalu ingin menang dan melihat permainan yang lebih baik. Namun hari ini saya benar-benar bangga karena para pemain sudah bekerja luar biasa dan bermain dengan sangat baik,” pungkasnya.












