AntarSport.com , Jakarta – Kebersamaan Ruben Amorim dengan Manchester United resmi berakhir. Manajemen Setan Merah memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Portugal tersebut meski kontraknya masih tersisa cukup panjang.
Berdasarkan laporan The Athletic, Amorim masih memiliki sisa kontrak selama 18 bulan. Pemecatan ini membuat Manchester United wajib menggelontorkan dana kompensasi mencapai 9,75 juta poundsterling atau setara sekitar Rp 190 miliar.
Keputusan pemecatan diumumkan klub pada Senin (5/1/2026). Untuk sementara waktu, posisi pelatih kepala akan dijalankan oleh Darren Fletcher hingga manajemen menunjuk sosok pengganti permanen.
Dalam pernyataan resmi di laman klub, Manchester United menyebut Amorim telah meninggalkan jabatannya setelah ditunjuk pada November 2024. Selama masa kepemimpinannya, Amorim sempat membawa MU melangkah ke final Liga Europa UEFA yang digelar di Bilbao pada Mei lalu.
Manajemen klub menilai perubahan perlu dilakukan demi kepentingan tim, terlebih Manchester United saat ini hanya menempati peringkat keenam klasemen Premier League. Dengan pertimbangan tersebut, klub memilih mengambil langkah tegas meski tidak mudah.
Kontrak Tanpa Potongan, MU Wajib Bayar Penuh

Walau tak lagi menangani tim, Ruben Amorim tetap menerima kompensasi penuh sesuai kontrak yang disepakati. Klausul dalam kontraknya tidak memperbolehkan pemotongan pembayaran kompensasi apabila terjadi pemecatan.
Dengan estimasi gaji tahunan sekitar 6,5 juta poundsterling, sisa kontrak selama 18 bulan membuat Manchester United harus melunasi total 9,75 juta poundsterling hingga Juni 2027.
Pihak klub menegaskan keputusan ini diambil demi meningkatkan peluang Manchester United finis di posisi terbaik Premier League. Manajemen juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Amorim serta doa terbaik untuk kelanjutan kariernya di masa mendatang.
Tekanan Internal dan Kritik Terbuka Jadi Pemicu

Sebelum resmi diberhentikan, posisi Ruben Amorim sebenarnya sudah berada dalam tekanan besar. Performa tim yang tidak stabil membuatnya menjadi sasaran kritik dari pendukung dan mendapat sorotan tajam dari jajaran petinggi klub.
Situasi memuncak setelah laga kontra Leeds United pada Minggu (4/1/2026) malam WIB yang berakhir imbang 1-1. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Amorim secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap situasi internal klub.
Ia menegaskan statusnya sebagai manajer Manchester United, bukan sekadar pelatih kepala. Selain itu, Amorim melontarkan sindiran yang mengarah kepada Direktur Olahraga MU, Jason Wilcox, terkait kegagalan klub merekrut winger Bournemouth, Antoine Semenyo, pada bursa transfer Januari 2026.
Pernyataan tersebut dinilai melampaui batas dan memicu ketegangan dengan jajaran direksi. Tak lama berselang, manajemen akhirnya mengambil keputusan untuk mengakhiri masa jabatan Ruben Amorim.
Sumber: The Athletic, Manchester United












