Statistik Unik Sepak Bola 2025: Rekor Baru, Fakta Tersembunyi, dan Sejarah Tak Terlupakan

Rangkuman fakta, rekor, dan momen unik yang mewarnai perjalanan sepak bola dunia sepanjang tahun 2025.

Statistik Unik Sepak Bola 2025: Rekor Baru, Fakta Tersembunyi, dan Sejarah Tak Terlupakan
Statistik Unik Sepak Bola 2025: Rekor Baru, Fakta Tersembunyi, dan Sejarah Tak Terlupakan

AntarSport.com – ,Jakarta Sepanjang tahun 2025, dunia sepak bola diwarnai oleh berbagai peristiwa penting yang meninggalkan jejak tersendiri dalam sejarah. Mulai dari lahirnya rekor-rekor baru, pencapaian individu yang tak biasa, hingga keputusan klub yang mengundang perdebatan, semuanya menjadikan 2025 sebagai tahun yang penuh cerita.

Musim ini diingat sebagai periode ketika Liverpool menambah koleksi gelar liga menjadi 20, sementara Tottenham Hotspur akhirnya mengakhiri penantian panjang selama 17 tahun untuk kembali mengangkat trofi. Di level internasional, Tim Nasional Wanita Inggris sukses mempertahankan gelar UEFA Women’s Euro, bersamaan dengan pelaksanaan Piala Dunia Antarklub edisi perdana yang melibatkan 32 peserta.

Di balik sorotan utama tersebut, terselip beragam catatan statistik menarik yang sering kali terlewatkan. Dari performa pemain yang tak terduga, rekor kompetisi yang berubah, hingga momen unik klub-klub Inggris, semua menjadi potret warna-warni sepak bola 2025.

Januari–Maret

Januari: Liga Champions Hadir Lebih Cepat

Tahun 2025 mencatat sejarah baru dengan digelarnya pertandingan Liga Champions pada bulan Januari, sesuatu yang terakhir kali terjadi pada 1968 saat kompetisi ini masih bernama Piala Eropa.
Sebanyak 36 laga dimainkan pada Januari, melonjak drastis dibandingkan edisi sebelumnya yang hanya menampilkan sembilan pertandingan. Perubahan ini terjadi seiring format baru kompetisi, dan dipastikan akan kembali diterapkan pada Januari 2026.

Februari: Derby Merseyside Terakhir di Goodison Park

Februari menjadi momen emosional bagi Everton yang akan meninggalkan Goodison Park. Salah satu laga paling bersejarah adalah derbi Merseyside terakhir melawan Liverpool.
Gol penyeimbang di menit akhir yang dicetak James Tarkowski tercatat sebagai salah satu gol paling telat yang pernah bersarang ke gawang Liverpool di era Premier League. Hasil tersebut juga memastikan Everton tak lebih sering kalah dibanding menang saat menjamu Liverpool di stadion bersejarah itu.
Pertandingan ini juga dikenang karena memecahkan rekor kartu merah di Premier League, setelah Curtis Jones, Abdoulaye Doucoure, pelatih Liverpool Arne Slot, serta asistennya Sipke Hulshoff diusir wasit usai keributan pascalaga.

Baca Juga  Lautaro Martinez Tegaskan Misi Scudetto, Inter Milan Tunjukkan Keseriusan di Kandang Genoa

Maret: Newcastle Akhiri Puasa Gelar

Pada 16 Maret, Newcastle United akhirnya mengakhiri penantian panjang sejak 1969 dengan menjuarai Carabao Cup setelah menundukkan Liverpool di partai final.
Kesuksesan ini juga mengukir catatan tersendiri bagi Eddie Howe, yang menjadi pelatih Inggris pertama sejak Harry Redknapp (FA Cup 2008 bersama Portsmouth) yang mampu memenangkan salah satu dari tiga trofi domestik utama, setelah puluhan gelar sebelumnya dikuasai pelatih asing.

April–Juni

April: Ederson Ubah Peran Kiper

Peran penjaga gawang kembali didefinisikan oleh Ederson. Meski kemudian hengkang ke Fenerbahce pada musim panas, kiper Brasil itu mencatatkan total tujuh assist di Premier League.
Empat di antaranya terjadi pada musim 2024/25, termasuk umpan yang berujung gol saat menghadapi Crystal Palace pada April. Jumlah kontribusi gol Ederson menyamai torehan pemain outfield seperti Bernardo Silva dan Cody Gakpo.

Mei: Lima Klub Inggris Angkat Trofi

Mei menghadirkan distribusi gelar yang tidak biasa, di mana lima klub Inggris berbeda sukses meraih trofi utama.
Liverpool menjuarai Premier League, Crystal Palace meraih FA Cup, Newcastle United membawa pulang Carabao Cup, Tottenham Hotspur menaklukkan Europa League, sementara Chelsea keluar sebagai pemenang Conference League.
Tak berhenti di situ, Chelsea kemudian menambah koleksi prestasi dengan menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025 beberapa pekan berselang.

Juni: Keputusan Mengejutkan Tottenham

Tottenham membuat keputusan kontroversial dengan memberhentikan Ange Postecoglou hanya 16 hari setelah membawa klub meraih trofi pertama sejak 2008.
Langkah ini menuai pro dan kontra, terutama karena musim tersebut Spurs mencatat 26 kekalahan di semua ajang, jumlah terbanyak sepanjang sejarah klub. Thomas Frank ditunjuk sebagai pengganti, meski awal kepemimpinannya belum menunjukkan hasil signifikan.

Baca Juga  Bek Muda Manchester United Ini Sukses Curi Perhatian Roy Keane

Juli–September

Juli: Musim Eropa Dimulai Sebelum Waktunya

Musim kompetisi Eropa 2025/26 secara resmi dimulai pada 8 Juli, ditandai dengan laga kualifikasi Liga Champions dan Conference League.
Tanggal tersebut juga bertepatan dengan semifinal Piala Dunia Antarklub antara Chelsea dan Fluminense, menciptakan situasi unik di mana musim baru dimulai sebelum musim lama benar-benar berakhir.

Agustus: Rekor Usia James Milner

James Milner kembali mencatat sejarah di Premier League. Pada usia 39 tahun 239 hari, ia menjadi pemain tertua yang sukses mengeksekusi penalti, saat Brighton menghadapi Manchester City.
Sepanjang kariernya, Milner tercatat terlibat dalam sekitar 5,7 persen dari total lebih 3.000 penalti yang pernah terjadi di Premier League.

September: Haaland Tembus Rekor Liga Champions

Erling Haaland kembali menunjukkan ketajamannya dengan memecahkan rekor sebagai pemain tercepat yang mencapai 50 gol di Liga Champions.
Ia membutuhkan hanya 49 pertandingan untuk mencapai angka tersebut pada 18 September, jauh lebih cepat dibandingkan Ruud van Nistelrooy yang membutuhkan 62 laga.
Gol itu juga membuat Haaland melampaui Alfredo Di Stefano, menandai berakhirnya dominasi pemain era Piala Eropa di jajaran 10 besar pencetak gol sepanjang masa.

Oktober–Desember

Oktober: Catatan Negatif Nottingham Forest

Nottingham Forest kembali disorot setelah menunjuk pelatih ketiga dalam satu musim bahkan sebelum musim panas berakhir.
Fenomena pergantian pelatih cepat memang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, namun Forest mencatatkannya dalam waktu yang jauh lebih singkat dari kebanyakan klub.

November: Dua Generasi dalam Satu Tim Kroasia

Pada 14 November, Kroasia menampilkan pemandangan langka ketika Luka Modric yang berusia 40 tahun bermain bersama Luka Vuskovic yang baru 18 tahun melawan Kepulauan Faroe.
Dengan momen tersebut, Modric tercatat pernah satu tim dengan pemain yang lahir dari rentang tahun 1971 hingga 2007, mencerminkan hampir 36 tahun perjalanan karier internasionalnya.

Baca Juga  Winger Juventus Masuk Radar Liverpool, Calon Pengganti Mohamed Salah?

Desember: Premier League Kembali Panas

Musim Premier League 2025/26 yang sempat berjalan tenang kembali memanas menjelang akhir tahun.
Hasil imbang 4-4 antara Manchester United dan Bournemouth menjadi sorotan, terutama karena terciptanya gol langsung dari tendangan bebas, sesuatu yang terakhir terjadi pada 2012.
Sementara itu, kekalahan dramatis Fulham 4-5 dari Manchester City menjadi salah satu dari sangat sedikit kasus di mana tim mencetak empat gol di kandang namun tetap kalah—fenomena langka yang juga pernah dialami klub-klub tertentu dengan ciri serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *