AntarSport.com , Jakarta – Etihad Stadium kembali menjadi panggung menakutkan bagi tim tamu. Rekam jejak Manchester City di kandang sendiri menghadirkan sinyal peringatan keras untuk Chelsea yang dijadwalkan bertandang pada Senin (5/1/2026) dini hari WIB dalam lanjutan Premier League.
Skuad asuhan Pep Guardiola tengah menikmati performa kandang yang nyaris sempurna. Delapan pertandingan terakhir di Etihad Stadium semuanya berakhir dengan kemenangan bagi The Citizens.
Lebih mengerikan lagi, dominasi City tidak hanya tercermin dari hasil akhir. Dalam tujuh dari delapan laga tersebut, mereka mampu mencetak setidaknya tiga gol ke gawang lawan, termasuk lima pertandingan kandang terakhir yang selalu berakhir dengan pesta gol.
Situasi ini jelas berbanding terbalik dengan kondisi Chelsea yang sedang terseok-seok.
The Blues hanya mampu mengamankan satu kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir di liga. Empat laga berakhir imbang, sementara dua lainnya harus ditelan dengan kekalahan yang menyakitkan, menandakan inkonsistensi yang masih membayangi tim London tersebut.
Etihad Masih Jadi Benteng Tak Tertembus bagi Chelsea

Catatan pertemuan terkini semakin menegaskan dominasi Manchester City. Dalam delapan duel terakhir kontra Chelsea di Premier League, City belum pernah merasakan kekalahan.
Rinciannya adalah enam kemenangan dan dua hasil seri—sebuah catatan yang menyamai rekor terpanjang City tanpa kalah dari Chelsea, yang sebelumnya tercipta pada era 1936 hingga 1949.
Bagi Chelsea, kunjungan ke Etihad kini terasa jauh dari kata bersahabat.
Meski sempat menikmati masa kejayaan dengan empat kemenangan tandang beruntun pada periode 2005–2008, fakta terkini berbicara lain. Dari 16 kunjungan terakhir ke markas City, Chelsea hanya mampu membawa pulang tiga kemenangan.
Kontras Tajam di Lini Depan

Perhatian juga tertuju pada dua figur ofensif utama masing-masing tim: Erling Haaland dan Cole Palmer. Statistik keduanya menjelang laga ini menunjukkan perbedaan mencolok.
Haaland tampil seperti mesin gol yang tak mengenal ampun saat bermain di kandang. Penyerang asal Norwegia itu telah mencatatkan 11 gol dari delapan laga kandang musim ini.
Tak hanya itu, Haaland juga lima kali mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan di Etihad, menjadikannya ancaman nyata bagi lini belakang Chelsea.
Di sisi lain, ketajaman Cole Palmer justru cenderung terbatas pada laga-laga di London. Seluruh sembilan gol terakhirnya di Premier League tercipta di ibu kota.
Ia belum mencetak gol di luar London sejak Desember 2024, dan bahkan sejak Agustus 2024, Palmer belum pernah menjebol gawang lawan saat bermain di wilayah utara Inggris.
Masalah Mental Jadi PR Besar Chelsea

Kelemahan Chelsea musim ini tidak hanya terletak pada performa teknis, tetapi juga daya tahan mental. Mereka tercatat telah kehilangan 15 poin dari posisi unggul—angka yang sama dengan total poin terbuang sepanjang musim 2024–2025.
Data tersebut mencerminkan seringnya Chelsea gagal menjaga fokus saat berada di posisi menguntungkan.
Di sisi lain, faktor Pep Guardiola turut memperkuat dominasi City. Laga ini akan menjadi pertemuan ke-31 Pep Guardiola melawan Chelsea sepanjang kariernya, dan yang ke-26 sebagai manajer Manchester City.
Dari pertemuan tersebut, Guardiola mencatatkan 15 kemenangan bersama The Citizens atas The Blues—sebuah rekor yang menegaskan superioritasnya.
Rekor Buruk Chelsea di Awal Tahun
Fakta tambahan yang patut membuat pendukung Chelsea cemas adalah performa mereka di laga pembuka tahun kalender. Dalam sembilan tahun terakhir, The Blues hanya sekali meraih kemenangan pada pertandingan liga pertama di awal tahun.
Satu-satunya kemenangan itu terjadi pada 2024 saat mereka mengalahkan Fulham dengan skor tipis 1-0. Selebihnya, Chelsea mencatatkan enam hasil imbang dan dua kekalahan.
Melihat kombinasi kekuatan kandang Manchester City yang sedang berada di puncak performa serta catatan negatif Chelsea, laga di Etihad Stadium diprediksi akan berlangsung berat sebelah.
Tanpa kejutan besar, City berada di posisi yang sangat diunggulkan untuk kembali meraih tiga poin di hadapan pendukungnya sendiri.












