Catatan Suram Premier League: Enzo Maresca Jadi Pelatih Pertama yang Dipecat di Hari Tahun Baru

Meski sempat mempersembahkan dua trofi bergengsi, konflik internal dan performa menurun membuat Enzo Maresca harus angkat kaki dari Chelsea di awal 2026.

Catatan Suram Premier League: Enzo Maresca Jadi Pelatih Pertama yang Dipecat di Hari Tahun Baru
Catatan Suram Premier League: Enzo Maresca Jadi Pelatih Pertama yang Dipecat di Hari Tahun Baru

AntarSport.com, Jakarta – Kejutan besar datang dari Stamford Bridge di awal tahun 2026. Pada Kamis (1/1/2026), Chelsea secara resmi mengumumkan berakhirnya kebersamaan mereka dengan sang manajer, Enzo Maresca.

Keputusan ini sekaligus menorehkan rekor yang kurang mengenakkan. Berdasarkan data Opta, Maresca tercatat sebagai pelatih pertama sepanjang sejarah Premier League yang kehilangan jabatannya tepat pada hari Tahun Baru.

Fakta tersebut terasa kontras dengan pencapaian yang diraih pelatih asal Italia itu pada musim 2024/2025. Di bawah kepemimpinannya, Chelsea sukses menambah dua gelar bergengsi ke lemari trofi klub, yakni juara UEFA Conference League serta titel Piala Dunia Antarklub FIFA.

Namun, performa The Blues di kompetisi domestik belakangan memang menurun drastis. Dari tujuh laga terakhir Liga Inggris, Chelsea hanya mampu meraih satu kemenangan. Sepanjang Desember, mereka mengoleksi enam poin dari enam pertandingan, kondisi yang membuat selisih poin dengan pemuncak klasemen Arsenal melebar hingga 15 angka.

Meski demikian, hasil buruk di lapangan bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan Maresca harus angkat kaki. Hubungan yang memburuk dengan jajaran manajemen klub turut mempercepat keputusan pemecatan tersebut.

Pernyataan Resmi dari Chelsea

Chelsea menyampaikan pengumuman resmi terkait berakhirnya kerja sama dengan Enzo Maresca melalui pernyataan tertulis.

“Chelsea Football Club dan Pelatih Kepala Enzo Maresca telah mencapai kesepakatan bersama untuk berpisah,” demikian bunyi pernyataan klub.

“Selama berada di klub, Enzo berhasil membawa tim meraih kesuksesan dengan memenangkan UEFA Conference League dan FIFA Club World Cup. Prestasi tersebut akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah terkini Chelsea, dan kami mengapresiasi kontribusi yang telah diberikannya.”

“Dengan sejumlah target besar yang masih dikejar di empat ajang berbeda, termasuk perjuangan menuju tiket Liga Champions, klub dan Enzo menilai bahwa perubahan ini dapat memberikan peluang terbaik bagi tim untuk memperbaiki arah musim.”

Baca Juga  Barcelona Bidik Bek Manchester City untuk Dipinjam, Bursa Januari Memanas

“Kami mendoakan yang terbaik bagi Enzo Maresca dalam perjalanan kariernya ke depan,” tutup pernyataan tersebut.

Retaknya Hubungan dengan Pihak Klub

Ketegangan antara Maresca dan petinggi klub sebenarnya sudah terasa sejak beberapa waktu terakhir. Situasi memuncak usai kemenangan 2-0 atas Everton, yang menjadi satu-satunya kemenangan Chelsea di Premier League selama bulan Desember.

Dalam kesempatan tersebut, Maresca secara terbuka menyebut bahwa ia mengalami “48 jam terburuk” sejak bergabung dengan Chelsea, akibat tindakan sejumlah pihak di internal klub. Pernyataan itu disampaikan tanpa koordinasi lebih dulu dengan staf maupun manajemen senior.

Padahal, pihak klub lebih menginginkan setiap persoalan internal diselesaikan secara tertutup. Komentar terbuka tersebut dinilai memperkeruh suasana dan memperlebar jarak antara pelatih dan manajemen.

Ketegangan yang terus berlanjut akhirnya berujung pada pemecatan Enzo Maresca. Hingga berita ini diturunkan, Chelsea belum mengumumkan siapa sosok yang akan ditunjuk sebagai pelatih baru untuk menggantikan pria asal Italia tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *