Eks Direktur Napoli Menyesal Pernah Abaikan Luka Modric Saat Masih Remaja

Pierpaolo Marino mengungkap kegagalan Napoli merekrut Luka Modric sejak usia muda dan pentingnya peran insting dalam pencarian bakat.

Eks Direktur Napoli Menyesal Pernah Abaikan Luka Modric Saat Masih Remaja
Eks Direktur Napoli Menyesal Pernah Abaikan Luka Modric Saat Masih Remaja

AntarSport.com, Jakarta — Mantan direktur olahraga Napoli, Pierpaolo Marino, mengungkap kisah lama yang hingga kini masih menyisakan penyesalan dalam perjalanan kariernya di sepak bola. Penyesalan itu berkaitan dengan kegagalannya merekrut Luka Modric ketika sang gelandang masih berusia belia.

Marino mengaku sebenarnya sudah menyadari potensi luar biasa Modric sejak awal. Jauh sebelum nama pemain asal Kroasia tersebut bersinar di panggung dunia bersama Real Madrid, Marino telah mengamati langsung kualitasnya di usia yang sangat muda.

Dalam keterangannya kepada media Italia, La Stampa, Marino mengenang momen ketika ia menyaksikan Modric bermain untuk Dinamo Zagreb saat usianya baru menginjak 18 tahun. Pada periode tersebut, Modric belum menjadi sorotan klub-klub besar Eropa, namun bakatnya sudah terlihat jelas.

“Saya melihat Modric bermain ketika dia masih sangat muda dan belum dikenal luas. Kualitasnya langsung terlihat,” ujar Marino.

Ia bahkan sempat berencana memboyong Modric ke Napoli. Namun, rencana tersebut kandas bukan karena keraguan teknis, melainkan terbentur persoalan administratif yang akhirnya membuat transfer gagal terwujud.

Penyesalan yang Terasa Semakin Dalam

Eks Direktur Napoli Menyesal Pernah Abaikan Luka Modric Saat Masih Remaja
Eks Direktur Napoli Menyesal Pernah Abaikan Luka Modric Saat Masih Remaja

Kegagalan tersebut kini terasa semakin pahit jika melihat perjalanan karier Modric setelahnya. Bersama Real Madrid, Modric menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik dunia dan mengoleksi hampir seluruh trofi elite Eropa, termasuk gelar Liga Champions, La Liga, serta penghargaan individu Ballon d’Or.

Di fase akhir kariernya, Modric masih menunjukkan kualitasnya dengan melanjutkan kiprah di kompetisi Italia bersama AC Milan, memperkaya pengalaman panjangnya di level tertinggi sepak bola Eropa.

Marino kemudian membandingkan kisah Modric dengan keberhasilannya saat merekrut Marek Hamsik, pemain yang kelak menjadi ikon Napoli. Menurutnya, keberanian mengikuti intuisi dan pengamatan langsung menjadi kunci keberhasilan dalam kasus Hamsik.

Baca Juga  Termasuk Mantan Pemain Asuhan John Herdman, Inilah 4 Pilar Juventus yang Wajib Diwaspadai Jay Idzes Pekan Ini

“Saya tertarik dengan gaya bermain dan teknik Hamsik. Saya mengamatinya secara intens, dan dari situ saya yakin untuk segera merekrutnya,” jelas Marino.

Antara Data dan Insting

Eks Direktur Napoli Menyesal Pernah Abaikan Luka Modric Saat Masih Remaja
Eks Direktur Napoli Menyesal Pernah Abaikan Luka Modric Saat Masih Remaja

Lebih lanjut, Marino juga menyoroti peran analisis data dalam proses pencarian pemain di era modern. Ia menilai teknologi memang penting, namun tidak boleh sepenuhnya menggantikan penilaian manusia.

“Data hanyalah alat bantu. Fungsinya untuk memperkuat penilaian visual atau yang saya sebut sebagai ‘eye meter’,” ungkapnya.

Menurut Marino, tidak semua statistik memiliki nilai yang sama dalam menilai pemain. Data fisik dan atletik dinilai cukup relevan karena bersifat objektif dan terukur.

Namun, untuk aspek teknis seperti kontrol bola, visi bermain, dan kecerdasan taktik, Marino percaya bahwa pengamatan langsung masih menjadi faktor utama.

“Hal-hal seperti teknik dan pemahaman permainan sulit diterjemahkan hanya lewat angka. Itu baru bisa benar-benar dinilai lewat pengalaman dan pengamatan mata,” tambahnya.

Karier Gemilang Luka Modric

Rekam jejak Luka Modric berbicara dengan sendirinya. Sebelum menorehkan sejarah bersama Real Madrid, ia memulai karier profesional di Dinamo Zagreb, lalu melanjutkan petualangan ke Liga Inggris bersama Tottenham Hotspur.

Puncak kariernya terjadi di Real Madrid, di mana ia menjadi bagian penting dari dominasi klub tersebut di La Liga dan Liga Champions. Di level internasional, Modric juga sukses membawa Kroasia melaju hingga partai final Piala Dunia 2018.

Kini, meski usia tak lagi muda, Modric tetap menjadi sosok berpengaruh dan andalan di lini tengah AC Milan, membuktikan konsistensi dan kelasnya sebagai pemain elite dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *