Kartu Merah Warnai Derbi Suramadu, Carlos Parreira Anggap Wasit Tentukan Arah Pertandingan

Kartu Merah Warnai Derbi Suramadu, Carlos Parreira Anggap Wasit Tentukan Arah Pertandingan
Kartu Merah Warnai Derbi Suramadu, Carlos Parreira Anggap Wasit Tentukan Arah Pertandingan

AntarSport.com – ,Jakarta – Duel panas Derbi Suramadu antara Madura United dan Persebaya Surabaya di pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 meninggalkan polemik tersendiri. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamellingan, Pamekasan, Sabtu (3/1/2026), dinilai berubah arah setelah satu keputusan penting dari pengadil lapangan.

Madura United harus menelan kekalahan tipis 0-1 setelah bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan laga. Situasi tersebut membuat tuan rumah berada di bawah tekanan, sementara Persebaya mampu mengambil keuntungan dari keunggulan jumlah pemain.

Gol semata wayang Persebaya dicetak Bruno Moreira pada babak kedua. Namun bagi Madura United, hasil akhir pertandingan tidak bisa dilepaskan dari kartu merah yang diterima Jorge Mendonca, yang dinilai menjadi titik balik jalannya laga.

Parreira Soroti Keputusan Pengadil Lapangan

Pelatih Madura United, Carlos Parreira, mengaku kecewa dengan beberapa keputusan wasit Eko Saputra. Meski enggan memperpanjang polemik, ia menilai ada momen-momen krusial yang sangat memengaruhi keseimbangan permainan.

“Saya tidak ingin memperdebatkan wasit terlalu jauh, tetapi ada keputusan yang jelas berdampak besar terhadap pertandingan,” ujar Parreira dalam konferensi pers usai laga.

Kartu kuning kedua yang berujung kartu merah untuk Jorge Mendonca membuat Madura United harus mengubah pendekatan permainan. Bermain dengan jumlah pemain yang timpang jelas menyulitkan Laskar Sape Kerrap.

“Ketika satu pemain harus keluar, pertandingan langsung berubah. Ini sangat memengaruhi cara kami bermain. Namun begitulah sepak bola,” tambah pelatih asal Brasil tersebut.

Tak berselang lama setelah insiden itu, gawang Madura United akhirnya kebobolan. Persebaya tampil lebih leluasa dan mampu menjaga keunggulan hingga laga usai.

Peluang Emas yang Gagal Berbuah Gol

Meski tertinggal dan bermain dengan 10 orang, Madura United tetap menunjukkan semangat juang. Tim tuan rumah masih berusaha menekan dan menciptakan peluang, terutama di menit-menit akhir pertandingan.

Baca Juga  Saksikan Semua Pertandingan BRI Super League Musim 2025/2026

Kesempatan terbaik hadir melalui sepakan Lulinha yang hampir menyamakan kedudukan. Sayangnya, bola hanya membentur mistar gawang Persebaya yang dijaga Ernando Ari.

“Kami sudah memprediksi pertandingan akan berjalan ketat. Di babak pertama permainan cukup seimbang, dan di babak kedua kami sebenarnya tampil lebih baik. Kami menciptakan peluang, tetapi kartu merah itu mengubah segalanya,” ungkap Parreira.

Gagalnya peluang tersebut menjadi akhir pahit bagi Madura United yang sebelumnya mampu mengimbangi permainan rivalnya.

Siap Bangkit di Laga Berikutnya

Parreira menegaskan timnya tidak ingin terjebak dalam kekecewaan berkepanjangan. Ia meminta para pemain segera melakukan evaluasi dan mempersiapkan diri menghadapi laga selanjutnya.

Madura United dijadwalkan menjamu PSIM Yogyakarta pada laga penutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026, Sabtu (10/1/2026). Pertandingan tersebut menjadi momen penting untuk kembali meraih hasil positif.

“Kami akan mengevaluasi insiden kartu merah itu. Sebelum kejadian tersebut, pertandingan berjalan seimbang. Setelah kehilangan satu pemain, tentu situasinya lebih sulit. Namun kami tidak ingin mencari alasan dan harus segera menata tim untuk pertandingan berikutnya,” tegas Parreira.

Derbi Suramadu telah usai, tetapi tantangan Madura United masih berlanjut. Cara mereka merespons kekalahan ini akan sangat menentukan perjalanan tim di sisa musim kompetisi.

Writer: Tim Redaksi AntarSport.comEditor: Tim Editor AntarSport.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *