Laporan Menyoroti Lonjakan Cedera Chelsea Usai Piala Dunia Antarklub 2025

Chelsea dan Dampak Cedera Usai Piala Dunia Antarklub 2025

Laporan Menyoroti Lonjakan Cedera Chelsea Usai Piala Dunia Antarklub 2025
Laporan Menyoroti Lonjakan Cedera Chelsea Usai Piala Dunia Antarklub 2025

AntarSport.com, JakartaChelsea tercatat mengalami peningkatan signifikan jumlah cedera pemain selama periode Juni hingga Oktober musim ini.

Sebuah laporan yang dirilis Selasa menunjukkan, jumlah pemain yang cedera di klub The Blues naik hingga 44 persen dibanding periode yang sama pada musim lalu. Periode ini meliputi partisipasi Chelsea di Piala Dunia Antarklub 2025 serta dampak cedera setelah turnamen berakhir.

Laporan dari perusahaan asuransi Howden itu juga menyoroti besarnya beban finansial akibat cedera yang harus ditanggung oleh klub-klub Eropa. Menurut laporan, total kerugian akibat cedera di lima liga top Eropa selama lima tahun terakhir mendekati 3 miliar paun.

Angka ini sekaligus memberikan konteks atas kebijakan rotasi pemain yang dijalankan oleh pelatih Chelsea, Enzo Maresca, yang beberapa kali mengeluhkan “badai cedera” yang menimpa timnya.

Kerugian Cedera Chelsea

Laporan Menyoroti Lonjakan Cedera Chelsea Usai Piala Dunia Antarklub 2025
Laporan Menyoroti Lonjakan Cedera Chelsea Usai Piala Dunia Antarklub 2025

Pada September lalu, Maresca menyinggung dampak Piala Dunia Antarklub 2025 ketika Chelsea kehilangan lima bek akibat cedera, yang berujung pada tiga kekalahan beruntun di Liga Champions dan Liga Inggris.

Situasi tersebut memaksa Maresca melakukan lima perubahan susunan pemain saat Chelsea kalah dari Atalanta di Liga Champions pekan lalu. Selepas kemenangan Chelsea atas Everton di Liga Inggris, Maresca menyebut bahwa ia baru saja melalui “48 jam terburuk” di klub, yang ia kaitkan dengan minimnya dukungan dari pihak-pihak tertentu.

Data Howden mencatat, Chelsea mengalami 23 cedera dari 1 Juni hingga 31 Oktober, dengan tujuh di antaranya terjadi saat Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat. Angka ini sama dengan PSG, yang dikalahkan Chelsea di final turnamen.

Secara finansial, Howden memperkirakan kerugian Chelsea akibat cedera pemain mencapai 17 juta paun (sekitar Rp378 miliar) hingga Oktober. Nilai ini hampir seperempat dari total hadiah Piala Dunia Antarklub 2025 yang diterima Chelsea, dan lebih dari sepertiga dari kerugian klub pada musim sebelumnya. Perhitungan ini didasarkan pada gaji pemain yang tetap dibayarkan meski sedang cedera.

Baca Juga  3 Pelatih Terbaik Sepanjang 2025 Versi Bola.com: Catatan Sejarah Bojan Hodak Bersama Persib

Beban Padat Jadwal Pertandingan

Laporan Menyoroti Lonjakan Cedera Chelsea Usai Piala Dunia Antarklub 2025
Laporan Menyoroti Lonjakan Cedera Chelsea Usai Piala Dunia Antarklub 2025

Di antara peserta Piala Dunia Antarklub 2025, Manchester City menjadi tim dengan jumlah cedera terbanyak kedua, yakni 22 kasus. Namun, tidak ada cedera yang terjadi selama turnamen, kemungkinan terkait dengan tersingkirnya mereka pada babak 16 besar.

Sementara itu, PSG mencatat 19 cedera, termasuk tujuh yang terjadi saat turnamen di Amerika Serikat. Temuan Howden sejalan dengan kekhawatiran yang sebelumnya diutarakan FIFPRO, serikat pemain global, mengenai beban padat jadwal pertandingan.

Menurut laporan FIFPRO pada Oktober lalu, pemain Chelsea hanya mendapatkan 20 hari libur setelah Piala Dunia Antarklub 2025, sedangkan pemain PSG beristirahat selama 22 hari.

“Kajian Howden menekankan konsekuensi dari memaksa pemain bermain hingga batas maksimal sepanjang tahun,” ujar Maheta Molango, CEO Asosiasi Pesepak Bola Profesional dan anggota dewan FIFPRO.
“Cedera serius pasti terjadi jika pemain tidak mendapat waktu istirahat yang memadai. Paparan jadwal ekstrem sejak usia muda berdampak pada karier dan kesejahteraan mereka. Kalender pertandingan saat ini terlalu padat bagi pemain, klub, dan penggemar,” tambahnya.

Indeks Cedera Sepak Bola Eropa

Laporan Menyoroti Lonjakan Cedera Chelsea Usai Piala Dunia Antarklub 2025
Laporan Menyoroti Lonjakan Cedera Chelsea Usai Piala Dunia Antarklub 2025

Howden rutin merilis “Men’s European Football Injury Index” selama lima tahun terakhir. Laporan terbaru menyebut, terdapat 22.596 kasus cedera di lima liga top Eropa dalam kurun waktu tersebut, dengan total kerugian finansial mencapai 2,97 miliar paun.

Klub-klub Liga Inggris menyumbang 24 persen dari total cedera, dengan lebih dari 1 miliar paun dikeluarkan untuk gaji pemain yang absen karena cedera. Manchester United tercatat sebagai klub dengan biaya cedera tertinggi, mencapai 154,5 juta paun, diikuti Chelsea, Liverpool, dan Manchester City.

Laporan ini juga menyoroti kerentanan pemain muda. Penyerang Liga Inggris di bawah 21 tahun rata-rata mengalami satu cedera setiap 120 menit pertandingan domestik kompetitif dalam lima tahun terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *