AntarSport.com , Jakarta – Musim 2025/2026 Premier League telah berlangsung ketat, dengan Arsenal masih menempati posisi puncak klasemen sementara hingga pekan ke-19 dengan 45 poin. The Gunners unggul lima angka dari Manchester City di posisi kedua.
Meski Arsenal berada di puncak, Premier League selalu penuh kejutan. Setiap pekan membawa dinamika baru, dan tidak jarang pemain yang diprediksi tampil cemerlang justru menurun performanya, berdampak pada penurunan nilai pasar mereka. Berikut lima bintang Liga Inggris yang mengalami penurunan nilai terbesar sepanjang 2025.
1. Phil Foden (Penurunan: 60 Juta Euro)

Phil Foden sempat menunjukkan performa mengesankan dengan mencetak enam gol dalam lima laga Premier League terakhir. Namun, tahun 2025 menjadi periode yang sulit bagi gelandang Manchester City ini.
Setelah penurunan performa berkelanjutan musim sebelumnya, Foden butuh waktu untuk menemukan ritme terbaiknya kembali. Nilai pasarnya yang sempat mencapai 140 juta euro akibat penampilan gemilangnya di 2024 kini mengalami penurunan terbesar di liga.
2. Rodri (Penurunan: 55 Juta Euro)
Rodri diprediksi mampu melanjutkan performa hebatnya sebelum cedera ACL yang membuatnya absen lebih dari delapan bulan di musim 2024/2025. Sayangnya, waktu pemulihan dan adaptasi pasca-cedera membuat nilai pasarnya turun signifikan, meskipun masih tetap menjadi salah satu gelandang top di Premier League.
3. Martin Ødegaard (Penurunan: 35 Juta Euro)
Martin Ødegaard menghadapi musim yang penuh tantangan. Cedera di awal musim mengganggu alur permainannya, dan kapten Arsenal ini kerap terlihat kehilangan pengaruhnya dalam laga-laga besar. Kontribusinya yang tidak konsisten membuat nilai pasarnya turun, meski ia tetap menjadi pemain inti Arsenal.
4. Bernardo Silva (Penurunan: 33 Juta Euro)
Penampilan Bernardo Silva di Manchester City mengalami sedikit penurunan dibandingkan musim sebelumnya. Faktor usia dan performa tim yang kurang stabil menjadi alasan utama nilai pasarnya berkurang. Namun, Silva tetap termasuk salah satu pemain terbaik dan berpengaruh di liga.
5. Florian Wirtz (Penurunan: 30 Juta Euro)

Florian Wirtz terkadang terlihat kesulitan menemukan posisi ideal untuk menerima bola dan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Ketidakteraturan ini membuat performanya tampak tidak optimal, sehingga menurunkan nilai pasarnya meski potensinya tetap tinggi.
Penurunan nilai pasar para pemain ini menunjukkan bahwa ekspektasi dan performa di Premier League bisa sangat fluktuatif. Bahkan bintang-bintang top pun tidak kebal terhadap dinamika ketat kompetisi kasta tertinggi Liga Inggris.












