AntarSport.com, Jakarta – National Stadium di Bangkok, Thailand, kembali menjadi saksi perjalanan panjang olahraga Asia. Stadion bersejarah yang dibangun pada 1937 ini hingga kini masih berdiri kokoh, meski usia hampir sembilan dekade membuat sejumlah bagian terlihat mulai termakan waktu.
Stadion tersebut pernah menjadi pusat perhatian Asia saat menjadi venue utama Asian Games 1966, edisi kelima pesta olahraga terbesar di benua ini. Ajang tersebut diikuti oleh 18 negara, termasuk Indonesia dan Israel, dengan total 142 nomor pertandingan dari 16 cabang olahraga yang dipertandingkan. Pada perhelatan itu pula, bola voli untuk pertama kalinya masuk dalam daftar cabang resmi Asian Games.
Kini, National Stadium kembali difungsikan sebagai arena pertandingan dalam SEA Games 2025 Thailand yang berlangsung pada 9–20 Desember 2025. Beberapa cabang olahraga yang digelar di stadion ini antara lain atletik, bola basket, serta bola basket 3×3.
Jejak Sejarah yang Masih Terjaga

Salah satu sisi bangunan National Stadium menyimpan nilai historis tinggi. Di dindingnya terpampang daftar nama peraih medali emas Asian Games 1966, termasuk atlet-atlet kebanggaan Indonesia yang pernah mengharumkan nama bangsa.
Pada Asian Games 1966, kontingen Indonesia berhasil meraih total lima medali emas. Tiga di antaranya disumbangkan oleh cabang tenis, sementara dua emas lainnya berasal dari bulutangkis.
Selain medali emas, Indonesia juga mengoleksi berbagai medali dari cabang lain. Tenis menambah tiga perunggu, bulutangkis menyumbang dua perak dan lima perunggu, tinju dua perak, atletik satu perak, menyelam satu perunggu, menembak satu perunggu, renang satu perunggu, serta polo air satu perunggu.
Secara keseluruhan, Indonesia membawa pulang 22 medali dan menempati peringkat ketujuh klasemen akhir Asian Games 1966, berada di bawah Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, India, dan Iran.
Nama-Nama Legenda Indonesia

Deretan nama atlet Indonesia yang tercatat sebagai peraih emas Asian Games 1966 masih terpatri jelas di tembok National Stadium. Dari cabang tenis, Lany Kaligis meraih emas nomor tunggal putri. Ia juga berjaya di nomor ganda putri bersama Lita Liem. Medali emas lainnya diraih tim tenis yang diperkuat Lany Kaligis, Lita Liem, dan Mien Suhadi.
Sementara itu, cabang bulutangkis menyumbangkan dua emas melalui Ang Tjin Siang di nomor tunggal putra serta pasangan Minarni dan Retno Kustijah di nomor ganda putri.
Nama-nama seperti Lany Kaligis, Lita Liem, Minarni, Retno Kustijah, dan Ang Tjin Siang hingga kini masih terpampang berdampingan dengan para juara Asian Games 1966 dari negara lain, menjadi pengingat kejayaan masa lalu Indonesia.
Sejarah Terus Berlanjut di SEA Games 2025
Sejarah baru kembali tercipta bagi Indonesia di stadion legendaris ini. Pada Selasa (16/12/2025), atlet atletik Indonesia Emilia Nova sukses meraih medali emas nomor heptathlon dengan total perolehan 5.497 poin.
Prestasi tersebut seolah menegaskan bahwa National Stadium bukan hanya monumen kejayaan masa lalu, tetapi juga tempat lahirnya prestasi baru bagi Indonesia. Dari Asian Games 1966 hingga SEA Games 2025, stadion ini terus menjadi saksi perjalanan panjang dan kebanggaan olahraga Tanah Air.












