AntarSport.com, Jakarta – Nama Indonesia kembali mencuri perhatian di panggung olahraga internasional. Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, sukses mencatatkan prestasi membanggakan setelah terpilih mengikuti program kepemimpinan global perempuan di bidang olahraga yang diselenggarakan di Amerika Serikat.
Program prestisius tersebut diikuti oleh perwakilan dari ratusan negara, namun hanya belasan peserta yang lolos setiap tahunnya. Dari sekitar 160 negara pendaftar, Liana menjadi satu dari 14 peserta terpilih yang berasal dari 13 negara berbeda, sekaligus menjadi satu-satunya wakil Indonesia.
Selama mengikuti kegiatan, para peserta mendapatkan pembelajaran langsung mengenai industri olahraga profesional Amerika Serikat, mulai dari tata kelola organisasi, strategi bisnis, hingga pengembangan sumber daya manusia. Program ini juga berlandaskan semangat Title IX, regulasi penting di Amerika yang menekankan kesetaraan gender dalam dunia olahraga dan pendidikan.
Proses Seleksi Ketat
Liana mengungkapkan bahwa proses untuk bisa terlibat dalam program tersebut tidaklah mudah. Ia harus melewati serangkaian seleksi panjang, termasuk wawancara berlapis serta persyaratan administrasi yang kompleks.
“Seleksinya sangat ketat dan panjang. Selain wawancara, administrasinya juga cukup menantang,” ujar Liana saat berbagi cerita pada Kamis (18/12/2025).
Kesempatan Langka di NFL
Dari seluruh peserta, Liana mendapatkan penempatan yang terbilang istimewa. Ia menjadi satu-satunya delegasi yang berkesempatan menjalani program langsung di National Football League (NFL), liga olahraga paling bergengsi di Amerika Serikat.
“Yang ditempatkan di NFL hanya saya, dan itu dari Indonesia,” tutur Liana dengan penuh rasa bangga.
Selama program berlangsung, ia menjalani pelatihan intensif di tiga lokasi utama, yaitu markas Green Bay Packers, Kantor Pusat NFL, serta NFL Films. Dari sana, Liana memperoleh banyak wawasan terkait manajemen klub profesional, budaya organisasi, hingga pengelolaan aspek komersial liga besar.
Di Green Bay Packers, ia mempelajari lima nilai utama yang menjadi fondasi organisasi, yakni integrity, respect, teamwork, stewardship, dan excellence.
Menjunjung Tinggi Integritas
Dari berbagai pelajaran yang didapat, nilai integritas menjadi hal paling krusial yang ingin segera diterapkan Liana di lingkungan PSIM Yogyakarta. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.
“Integritas itu yang paling utama. Dimulai dari internal, lalu harapannya bisa menular ke dunia olahraga Indonesia,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa praktik-praktik tidak jujur masih menjadi tantangan besar bagi kemajuan olahraga nasional. Menurutnya, hal tersebut menjadi penghambat utama lahirnya prestasi dan profesionalisme.
Fokus pada Generasi Muda

Tak hanya berhenti pada manajemen klub, Liana juga memiliki visi jangka panjang untuk membangun masa depan olahraga Indonesia. Ia terinspirasi oleh bagaimana pemerintah Amerika Serikat memandang olahraga sebagai sarana pembentukan karakter dan kekuatan komunitas.
Ke depan, ia berencana memperluas program PSIM Goes to School, yang menyasar pelajar dan mahasiswa. Melalui program tersebut, Liana ingin membuka wawasan generasi muda bahwa industri olahraga memiliki ekosistem profesional yang luas serta peluang karier yang menjanjikan.
“Saya ingin mahasiswa sadar bahwa mereka bisa berkarya dan berkarier di industri olahraga Indonesia,” tutupnya penuh optimisme.












