Biaya Perbaikan Jalan dan Jembatan Terdampak Bencana di Sumatra Diprediksi Capai Rp51 Triliun

Biaya Perbaikan Jalan dan Jembatan Terdampak Bencana di Sumatra Diprediksi Capai Rp51 Triliun
Biaya Perbaikan Jalan dan Jembatan Terdampak Bencana di Sumatra Diprediksi Capai Rp51 Triliun

AntarSport.com, Jakarta – Pemerintah pusat tengah melakukan inventarisasi kebutuhan anggaran untuk memperbaiki jaringan jalan serta jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana alam di sejumlah daerah di Pulau Sumatra.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa estimasi awal dana pemulihan infrastruktur sektor pekerjaan umum diperkirakan mencapai Rp51 triliun.

Menurut AHY, angka tersebut merupakan hasil perhitungan sementara yang disusun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan masih difokuskan pada infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan. Sementara itu, kerusakan pada sektor perumahan belum termasuk dalam perhitungan tersebut.

“Estimasi awal dari Kementerian PU berada di kisaran Rp51 triliun. Itu baru mencakup pekerjaan umum, belum menghitung kebutuhan pemulihan rumah warga,” kata AHY usai meninjau pembangunan Flyover Nurtanio, Jumat (12/12/2025).

Pendataan Rumah Warga Masih Dilakukan

Biaya Perbaikan Jalan dan Jembatan Terdampak Bencana di Sumatra Diprediksi Capai Rp51 Triliun
Biaya Perbaikan Jalan dan Jembatan Terdampak Bencana di Sumatra Diprediksi Capai Rp51 Triliun

AHY menjelaskan bahwa penghitungan anggaran untuk sektor perumahan masih terus berjalan. Pendataan dilakukan secara bertahap karena tingkat kerusakan rumah warga berbeda-beda, mulai dari rusak ringan, rusak berat, hingga bangunan yang hilang akibat bencana.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya baru saja melakukan kunjungan lapangan ke beberapa wilayah terdampak di Sumatra. Lokasi yang ditinjau mencakup Aceh Tengah, sejumlah daerah di Sumatra Utara, serta Aceh Tamiang yang disebut mengalami kerusakan paling signifikan.

Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan banyak ruas jalan yang terputus serta jembatan yang mengalami kerusakan parah. Oleh sebab itu, pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan pembukaan kembali akses jalan sebagai langkah awal pemulihan.

“Yang terpenting saat ini adalah menghubungkan kembali akses yang terputus, meskipun sifatnya sementara. Pembangunan infrastruktur permanen dengan daya tahan lebih kuat tentu membutuhkan waktu lebih lama,” jelas AHY.

Baca Juga  Jadwal Live Streaming Liga Italia 2025/26 Pekan ke-16 di Vidio
Biaya Perbaikan Jalan dan Jembatan Terdampak Bencana di Sumatra Diprediksi Capai Rp51 Triliun
Biaya Perbaikan Jalan dan Jembatan Terdampak Bencana di Sumatra Diprediksi Capai Rp51 Triliun

Pembukaan Akses untuk Distribusi Bantuan

Dalam upaya mempercepat pemulihan, pemerintah telah menurunkan alat berat ke sejumlah titik longsor guna membuka jalur transportasi yang tertutup.

Selain itu, di wilayah yang masih terisolasi, pembangunan jembatan darurat atau jembatan perintis terus diupayakan agar mobilitas dan distribusi logistik tetap berjalan.

AHY menegaskan bahwa kelancaran akses menjadi kunci utama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ke daerah terdampak bencana.

“Bantuan bisa saja sudah siap, baik itu bahan pangan, obat-obatan, maupun perlengkapan medis. Namun, tanpa akses jalan yang terbuka, distribusi ke masyarakat akan sangat terhambat,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *