AntarSport.com, Jakarta — Hubungan antara Real Madrid dan Vinícius Junior dikabarkan mulai memanas. Klub raksasa Spanyol itu disebut sudah mencapai batas kesabaran dalam pembicaraan kontrak sang winger asal Brasil. Menurut laporan media Spanyol, manajemen Los Blancos tidak akan lagi mengajukan penawaran baru untuk memperpanjang masa baktinya.
Madrid menegaskan bahwa proposal yang saat ini ada adalah tawaran final. Apabila Vinícius menolak menandatanganinya, klub siap memasukkan namanya ke daftar pemain yang bisa dilepas pada bursa transfer musim panas mendatang.
Langkah tegas tersebut menjadi sinyal perubahan besar dalam relasi kedua belah pihak. Meski kontrak Vinícius masih berlaku hingga Juni 2027, Real Madrid tak ingin mengambil risiko kehilangan aset penting tanpa kompensasi, seperti yang pernah terjadi di masa lalu.
Manajemen klub menilai musim panas tahun depan adalah momen terakhir untuk mendapatkan nilai jual maksimal jika sang pemain tetap enggan memperpanjang kontrak. Dengan usia yang akan menginjak 25 tahun, Vinícius masih memiliki daya tarik besar di pasar transfer.
Permintaan Gaji Tinggi Jadi Pemicu Utama

Sumber internal menyebutkan bahwa pihak Vinícius hanya mau melanjutkan kerja sama jika mendapatkan bayaran setara Kylian Mbappe, yang kabarnya mencapai angka sekitar 30 juta euro per musim.
Vinícius merasa pencapaiannya bersama Madrid, termasuk kontribusi krusial di laga-laga besar seperti final Liga Champions, sudah cukup untuk menempatkannya sejajar dengan pemain bergaji tertinggi di skuad.
Namun, Real Madrid menolak keras permintaan tersebut. Klub tak ingin merusak keseimbangan struktur gaji yang selama ini dijaga. Selain itu, performa Vinícius musim ini dinilai belum meyakinkan.
Dari total 22 pertandingan yang sudah dijalani, ia baru mencatatkan lima gol dan tujuh assist. Statistik tersebut dianggap jauh dari standar terbaiknya dan menjadi alasan kuat bagi manajemen untuk tidak mengabulkan tuntutan gaji fantastis.
Masuknya Kylian Mbappe ke dalam tim juga membawa dampak besar. Posisi Vinícius sebagai ikon utama klub mulai tergeser, situasi yang disebut membuat sang pemain kurang nyaman.
Tak Lagi Jadi Pusat Proyek Tim

Faktor lain datang dari sisi teknis. Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, dikabarkan memiliki pandangan berbeda soal peran Vinícius dalam skema permainan yang tengah ia bangun.
Alonso menilai karakter bermain Vinícius tidak sepenuhnya selaras dengan sistem ofensif yang ingin diterapkan. Pendapat ini sudah disampaikan kepada jajaran manajemen dan memperkuat sikap presiden klub, Florentino Perez.
Bagi Perez, mempertahankan pemain dengan tuntutan gaji tertinggi tanpa dukungan penuh dari pelatih merupakan risiko besar yang berpotensi mengganggu keharmonisan tim dan stabilitas finansial klub.
Di tengah ketidakpastian ini, sejumlah klub elite Eropa mulai memantau situasi. Manchester City dan Paris Saint-Germain disebut telah mencari informasi terkait status kontrak Vinícius. Sementara itu, klub-klub asal Arab Saudi siap mengajukan penawaran dengan nilai gaji yang sangat menggiurkan jika kesempatan terbuka.
Madrid Siap Jual Jika Negosiasi Buntu
Real Madrid menegaskan bahwa jika Vinícius kembali menolak kontrak yang ditawarkan, opsi penjualan akan menjadi langkah berikutnya. Klub bahkan sudah mulai menyusun daftar calon pengganti apabila perpisahan benar-benar terjadi.
Beberapa bulan ke depan akan menjadi periode penentuan. Pihak klub menegaskan tidak akan meningkatkan nilai tawaran, sehingga keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Vinícius Junior.
Jika kesepakatan gagal tercapai, Madrid siap melepas salah satu pemain yang selama ini menjadi simbol keberhasilan era terbaru mereka. Bagi manajemen, menjaga keseimbangan keuangan dan arah jangka panjang klub tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya.












